Pages

Senin, 13 Juni 2011

Merak yang Gemerlapan (Burung paling Elok di Dunia Binatang)

Jika kalian pernah ke kebun binatang, kalian pasti pernah melihat burung merak dengan bulu-bulunya yang mempesona. Ciri-ciri utama dari burung merak adalah bulu-bulu ekornya yang dihiasi dengan warna-warna yang sangat indah. Namun, hanya merak jantan yang mempunyai ekor sehebat itu.
Dengan kepala dan leher birunya, burung merak juga dihiasi bulu-bulu hijau gemerlapan di ekornya. Bulu-bulu indah yang disebut “totol merak” ini mempunyai ujung bulat dengan bintik-bintik kecil.
Namun kalian tidak dapat selalu menyaksikan pemandangan yang mempesona ini. Kalian harus menunggu saat musim kawin merak. Burung merak jantan hanya mengembangkan ekornya seperti kipas dan memperlihatkan keindahannya untuk menarik perhatian merak betina.
Di sinilah kita perlu merenungkan hal berikut ini: Bagaimana merak jantan yang tidak dapat melihat dirinya sendiri yakin bahwa ia kelihatan indah dan menarik saat ia mengembangkan ekornya? Pasti ada yang mengajarinya hal tersebut, benar bukan? Tidak diragukan lagi, Tuhan kita, Yang telah menciptakan keindahan tersebut, juga telah mengajari burung merak bagaimana menggunakannya.
Dapatkah penampilannya yang sempurna tersebut datang dari usaha burung merak sendiri? Atau dapatkah keserasian warna yang mengagumkan tersebut terjadi secara kebetulan? Tentu saja, itu tidak mungkin. Dapatkah kalian percaya ketika temanmu bercerita bahwa lukisan yang tergantung di dinding kamarmu terjadi secara tiba-tiba karena percikan cat yang tidak disengaja? Kalian tentu tidak mempercayainya! Karenanya, ekor burung merak yang jauh lebih indah dibandingkan lukisan apapun, tak mungkin tercipta secara tidak sengaja. Tidak ada orang yang tidak mengagumi keserasian warna ekor burung merak karena yang menciptakannya dengan sempurna adalah Allah.

Lumba-lumba yang Selalu Tersenyum

Tidak ada hewan yang begitu ramah dan bersahabat seperti lumba-lumba. Sikap mereka yang jinak dan bersahabat nampak jelas dari mukanya.
Saat kelahiran, pertama kali yang keluar ekornya, kemudian badannya dan akhirnya kepalanya. Untuk memberi makan anaknya, induk lumba-lumba menggerakkan otot di kelenjar susunya untuk menyemprotkan air susu ke dalam mulut anaknya. Kalian dapat membandingkannya dengan menekan botol susu dengan tanganmu untuk menyemprotkan isinya ke luar.
Mamalia sebenarnya tidak butuh cara penyemprotan seperti ini untuk menyusui anaknya. Namun, cara seperti itu sangat penting saat di dalam air. Dapatkan induk lumba-lumba tersebut berpikir dan mengembangkan cara semacam itu sendiri? Mungkinkah ia mengetahui pentingnya cara seperti itu dan melengkapi kelenjar susunya dengan otot-otot? Seperti yang kalian bayangkan, itu tidak mungkin! Seperti yang kami tekankan semula, Allah telah menciptakan tubuh induk lumba-lumba dengan keadaan yang amat sesuai dengan kebutuhan anaknya.
Sistem pernafasan lumba-lumba juga mirip dengan manusia. Namun letak lubang hidungnya tidak di tengah-tengah wajahnya, tapi di bagian atas kepalanya. Seperti manusia, sebelum menyelam, lumba-lumba mengirup udara dan menahannya di dalam paru-paru. Saat mereka muncul dari kedalaman air, beberapa meter sebelum mencapai permukaan, mereka akan menghembuskan udara dengan kuat melalui lubang udara mereka.
Kalian mungkin pernah melihat di TV bagaimana santainya lumba-lumba berenang di air dan bahkan mampu berlomba dengan kapal. Mereka adalah perenang yang sempurna. Kulitnya yang licin dan halus adalah sebab utama mengapa mereka bisa berenang dengan begitu sempurna. Keistimewaan ini membantunya meluncur dalam air dan berenang dengan cepat. Keistimewaan lainnya yang membuat lumba-lumba berenang dengan cepat adalah hidungnya, yang disebut sebagai moncong. Moncong lumba-lumba bentuknya sangat pas untuk berenang cepat, bahkan menjadi model bagi desain kapal. Berkat bentuk tersebut, kapal kita dapat berlayar lebih cepat daripada sebelumnya.
Tahukah kalian bahwa lumba-lumba tidak mempunyai indra penciuman dan juga buta? Namun, Allah telah memberinya pendengaran yang sangat tajam. Lumba-lumba dapat mendengar suara yang jauhnya berkilo-kilometer. Sebagai tambahan, dengan menggunakan sistem yang ada pada tubuhnya yang mirip dengan peralatan “sonar” yang digunakan di bawah laut, mereka dapat dengan mudah mengetahui arah dan mengetahui tempat mangsanya. Sistem kerja alat tersebut sebagai berikut : Suara yang dikeluarkan lumba-lumba, yang tidak dapat didengar oleh manusia, menyebar dalam bentuk gelombang suara di bawah air. Ketika suara itu membentur suatu benda, ia akan menumbuknya dan memantul kembali. Waktu yang dibutuhkan suara untuk menumbuk ikan atau batu dan memantul kembali menunjukkan jarak dari mangsa atau batu tersebut. Sistem pada lumba-lumba tersebut mengilhami para ilmuwan untuk membuat sistem sonar pada kapal selam.
Indra pendengaran lumba-lumba yang sangat tajam melindunginya menjadi mangsa dari ikan lainnya di laut.

Kupu-kupu : Keajaiban Warna-warni

Tahukah kalian bahwa kupu-kupu tidak mempunyai sayap ketika mereka dilahirkan?
Benar sekali! Kupu-kupu lahir tanpa sayap. Mereka harus melalui beberapa tahap untuk menjadi kupu-kupu yang kalian saksikan jika pergi ke pedesaan atau taman. Beberapa jenis kupu-kupu mempunyai masa hidup satu sampai dua bulan sementara yang lain hanya hidup sekitar 24 jam. Kupu-kupu keluar dari telur sebagai ulat kecil. Segera, mereka tumbuh menjadi ulat yang lucu dan memulai tahap kedua dari kehidupan kupu-kupu.
Tubuh ulat terbagai dalam 14 – 15 benjolan. Ia juga mempunyai mata kecil di kepalanya, dan rahang untuk mengunyah. Pada bagian depan tubuhnya terdapat delapan kaki. Ketika masih berupa ulat, kupu-kupu tidak punya sayap dan sungutnya sangat pendek. Sementara itu kelenjar ludahnya mengeluarkan semacam benang.
Ulat tidak bertambah panjang saat tumbuh, hanya beratnya yang bertambah. Untuk itu, ulat perlahan-lahan mengelupas kulitnya dan menggantinya dengan kulit yang lebih pas dengan tubuhnya yang membesar. Ulat merupakan makanan yang lezat bagi burung pemakan serangga. Oleh karena itulah Allah telah mengajari ulat berbagai cara pertahanan diri. Saat menegakkan badan, beberapa di antaranya mirip dengan ranting, ada yang menyamarkan diri dengan diam pada daun yang sewarna dengan tubuhnya, sementara yang lain berpura-pura mati. Cara-cara pertahanan diri tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka. Berkat hal tersebut, mereka tetap hidup dan tumbuh menjadi kupu-kupu.
Ketika tumbuh menjadi kupu-kupu, cara penyamaran seperti itu masih mereka lakukan. Kupu-kupu hidup di daerah yang sesuai dengan warna tubuhnya.Tapi bagaimana kupu-kupu tersebut mengetahui bahwa warna mereka sesuai dengan lingkungannya? Bukankah mereka tidak bisa melihat diri mereka sendiri? Bagaimana mereka yakin bahwa mereka aman? Tentu saja, mereka tidak dapat melihat dan yakin akan itu semua. Allah, penciptanya, telah meletakkan kupu-kupu di tempat yang paling sesuai untuk dapat hidup dengan aman.
Allah adalah “Pengasih” dan “Pelindung”, dan sebagai perwujudan dari nama-nama itu, Ia memberikan berbagai kemampuan pada makhluk-Nya agar dapat melindungi diri dari bahaya. Jika tidak, kupu-kupu tidak akan pernah berpikir bahwa mereka harus melindungi dirinya. Akibatnya, mereka tidak akan pernah mempunyai cara pertahanan diri seperti dengan penyamaran. Dia yang telah menciptakan cara-cara tersebut sehingga membuat hidup menjadi mudah adalah Allah, pencipta langit dan bumi ini serta semua di antara keduanya.
Ulat, yang tumbuh di bawah perlindungan cara pertahanan diri yang diajarkan oleh, akhirnya mencapai tahap ke tiga dalam kehidupannya. Pada tahap ini, ia mengisi perut sebanyak-banyaknya dengan dedaunan sampai seperti akan pecah. Kemudian, ulat mengurung diri dalam sebuah kantung dan mulai bermetamorfosis.
Kulit keras yang terbentuk membungkus tubuh ulat pada tahap ini disebut sebagai “kepompong”. Di dalamnya, ia tinggal dan tidak makan apapun. Pada tahap ini, ia menggunakan tenaga dari dedaunan yang telah dimakannya saat masih berupa ulat. Kepompong ini menempel pada daun, batu atau dahan pohon. Jika kalian menemukannya, perhatikanlah, karena, saat kalian memperhatikan ulat dalam kepompong itu, kalian dapat melihat bakal sungut dan anggota badan lain yang akan terbentuk saat menjadi kupu-kupu.
Setelah kira-kira sepuluh hari, dengan merobeknya dalam beberapa menit, kupu-kupu muncul dari dalam kepompong tersebut.
Pada saat itu, sayap kupu-kupu belum mencapai ukuran yang normal. Pada tahap keempat ini, untuk meregangkan sayapnya itu, kupu-kupu mengisi pembuluh pada sayapnya dengan cairan tubuhnya. Saat sayap tersebut telah kering, seketika itu juga ia mulai terbang tanpa berlatih. Sayap tersebut juga membantunya bernafas.
Seperti kalian lihat, bahkan seekor kupu-kupu kecil adalah satu keajaiban besar yang diciptakan oleh Allah. Para peneliti telah melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan: “Bagaimana seekor ulat memutuskan untuk berubah menjadi kupu-kupu?” Metamorfosis ini hanya terjadi karena Tuhan kita menginginkan hal itu. Allah memperlihatkan kepada kita betapa beraneka ciptaan yang dapat Ia buat, dan betapa menakjubkan cara yang Dia tetapkan untuk merubahnya.
Keistimewaan lainnya adalah sayap kupu-kupu tertutup dengan sisik-sisik lembut. Sayap tersebut terdiri atas sisik-sisik yang tersusun satu di atas yang lain. Bagaimana menurut kalian hal tersebut bisa terjadi?
Apakah sisik tersebut bergabung bersama secara kebetulan dan membentuk sayap dengan begitu sempurna?
Apakah sisik-sisik tersebut secara tiba-tiba bersatu untuk membentuk sebuah sayap?
Apakah kupu-kupu sendiri yang menempelkan sisik-sisik tersebut untuk membentuk sayap?
Apakah kupu-kupu sendiri yang melekatkan sayap itu dipunggungnya?
Kupu-kupu tidak dapat melihat punggungnya. Tapi dia mempunyai pola simetris yang sempurna di punggungnya yang tidak pernah ia lihat. Sisik-sisik itu disusun sedemikian rapi sehingga pola di kedua sayap tersebut benar-benar sama. Jika kalian mengukur pola-pola itu dengan penggaris, kalian akan melihat bahwa ukurannya sama persis.
Semua ini menunjukkan keahlian, luasnya pengetahuan, dan tak terbatasnya kekuatan Tuhan kita. Setelah melihat ini semua, kita seharusnya mengambil hikmah dari mereka dan tunduk kepada-Nya.

Ikan Paus Raksasa

 Penghuni terbesar lautan adalah ikan paus. Jenis ikan paus yang dikenal sebagai “ikan paus biru” mempunyai berat lebih dari 150,000 kilogram dan panjangnya lebih dari 30 meter. Untuk bisa lebih membayangkan ukuran ikan paus ini, coba lihat bangunan bertingkat lima, ikan paus biru panjangnya sama dengan tinggi bangunan tersebut. Sementara itu, ingat bahwa berat ikan paus sama dengan berat 25 sampai 30 ekor gajah.
Baiklah, bagaimana seekor ikan raksasa dapat menyelam hingga kedalaman 800 – 1000 meter dan kembali ke permukaan dengan mudah? Sebagai contoh, bayangkan sebuah kapal dengan bobot 150 ton dan panjang 30 meter. Jika kapal itu tenggelam ke dasar laut sedalam 1000 meter, akan membutuhkan operasi besar-besaran selama bertahun-tahun untuk mengangkatnya kembali. Namun dengan ijin Allah, seekor paus dapat muncul ke permukaan dalam waktu 15 – 20 detik. Karena tulang ikan paus terbuat dari bahan berongga yang terisi minyak, ia dapat dengan mudah mengapung di permukaan air.
Ikan paus juga sangat terampil menyelam. Allah telah menciptakan tubuhnya sangat tahan terhadap tekanan yang tinggi di kedalaman air laut. Oksigen yang mengalir dalam darah dan otot-ototnya bercampur dengan zat-zat kimia memberinya tenaga saat di dalam air atau saat tidak bernafas. Paus mempunyai sistem sirkulasi yang khas yang dapat mengalirkan darah secara langsung dari organ menuju otak. Melalui cara ini, sampai saat ikan paus muncul di permukaan air untuk bernafas, ia tetap dapat mengirim oksigen di dalam tubuhnya secara langsung ke otak, organ yang paling membutuhkan oksigen.
Sistem hebat yang membuat kagum para ilmuwan ini adalah perwujudan dari keahlian Allah. Melalui cara ini ikan paus dapat tetap berada di bawah laut selama kurang lebih 15 – 20 menit tanpa bernafas.
Selain itu, tidak seperti manusia, ikan paus tidak menderita ‘bend’ (kejutan) ketikan muncul secara cepat ke permukaan air.
Kalian mungkin akan bertanya apa itu ‘bend’. ‘Bend’ adalah rasa sakit akibat penurunan tekanan di sekitar kita secara tiba-tiba. Saat penyelam ingin menyelam jauh ke dalam air, mereka berhenti sejenak di kedalaman tertentu dan menyesuaikan tubuhnya dengan tekanan di sekitarnya agar tidak terpengaruh oleh perubahan tekanan air. Cara ini membuat mereka mampu menyelam sangat dalam secara perlahan-lahan. Tapi ingat mereka perlu berhenti dan beristirahat pada jarak tertentu selama mereka kembali ke permukaan air. Jika tidak, pembuluh darah penyelam akan sakit atau pecah yang dapat mengakibatkan kematiannya. Ikan paus tidak mempunyai masalah tersebut, karena Allah telah memberi makhluk hidup apa yang diperlukan untuk hidup di lingkungannya. Ikan laut dapat hidup di lautan seperti halnya manusia yang dapat hidup di daratan
Kalian mungkin tahu bahwa ikan paus menyemburkan air dari lubang di atas kepalanya. Tahukah kalian bahwa lubang itu memang hidungnya? Ikan paus menggunakan hidungnya hanya untuk bernafas. Banyak orang berpikir bahwa ikan paus hanya menyemburkan air dari lubang tersebut. Yang benar adalah, ikan paus melepaskan udara dari dalam paru-parunya. Karena udara ini mengandung uap air dan suhunya lebih panas daripada udara luar, ini tampak sebagai air dari kejauhan.
Badan ikan paus biasanya berbentuk seperti torpedo dan sangat cocok untuk berenang dalam air. Sementara itu jika kebanyakan ikan ekornya tegak lurus dengan permukaan air, ekor ikan paus melintang dan sejajar dengan permukaan air. Dengan ekor seperti ini, ikan paus mampu mendorong dirinya ke depan di dalam air.
Dibawah kulit ikan paus ada lapisan lemak yang tebalnya sekitar 50 centimeter. Fungsi lapisan lemak ini untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap sekitar 34 – 37 derajat celcius
Pada bagian ini, mungkin berguna untuk mengingatkan kalian tentang hal berikut: berkebalikan dengan dugaan orang kebanyakan, ikan paus dan ikan lainnya tidak minum air laut karena air garam berbahaya bagi mereka. Karena itulah mereka mencukupi kebutuhan airnya dari makanan yang ditelannya.
Setiap tahun di bulan Desember dan Januari, paus abu-abu berpindah dari Laut Utara ke pantai selatan Amerika Utara dan sampai di California. Tujuan mereka berpindah ke air yang lebih hangat adalah untuk melahirkan bayinya. Yang menarik adalah ikan paus betina yang hamil tidak makan apapun sepanjang perjalanan mereka, karena ia sama sekali tidak membutuhkannya. Selama hari-hari panjang musim panas, ia telah banyak makan dari laut yang subur di Utara, karenanya ia telah menyimpan cukup tenaga untuk perjalanan yang panjang. Setelah ikan paus betina mencapai pantai di Meksiko barat, ia segera melahirkan bayinya. Bayi ikan paus menyusu induknya dan menyimpannya sebagai lemak sebanyak mungkin. Persiapan ini membuat mereka kuat untuk berpindah kembali, yang dimulai di bulan Maret.
Seperti mamalia lainnya, ikan paus juga menyusui anaknya. Tapi bayi ikan paus tidak menyusu induknya karena mereka beresiko menelan air laut. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, air laut berbahaya bagi ikan paus. Yang menarik, seperti halnya ikan lumba-lumba,ada otot yang mengelilingi kelenjar susu ikan paus betina. Ketika ikan paus menggerakkan otot ini, tekanan yang dihasilkan membuat induk tersebut mampu menyemprotkan air susu langsung ke dalam mulut bayinya. Air susu ikan paus berbeda dengan yang biasa kita kenal. Bentuknya hampir seperti padatan dan sangat berlemak. Karena wujudnya seperti itu, air susu tersebut tidak dapat tercampur dengan air laut. Zat yang diminum – atau lebih tepatnya dimakan – bayi ikan paus tersebut akan terlarut di dalam perut. Makanan yang terlarut ini juga mengandung air yang dibutuhkan oleh bayi ikan paus. Seperti yang telah kita ketahui, Allah telah menyediakan bayi ikan paus dengan makanan yang paling sempurna.
Lapisan berminyak, yang tembus pandang menutupi mata ikan paus untuk melindunginya dari berbagai efek yang membahayakan dari air laut. Ikan paus mempunyai indera peraba dan pendengaran yang tajam. Ia mengetahui arah di dalam air dengan mengikuti gema suara yang dibuatnya. Cara kerja indera tersebut mirip dengan radar. Sesungguhnya, keistimewaan ikan paus ini menjadi ilham bagi pembuatan radar. Para ilmuwan mempercayai bahwa suara-suara yang ditimbulkan oleh ikan paus berisi bahasa yang sangat rumit. Bahasa ini sangat penting dalam hubungan dan komunikasi di antara mereka.

Gajah Binatang Raksasa

Gajah, binatang paling besar di darat, terdiri atas dua jenis utama: gajah Asia dan gajah Afrika. Gajah Afrika lebih besar dari gajah-gajah lainnya. Tingginya bisa mencapai 3,5 meter, beratnya mencapai kira-kira enam ton. Telinganya yang seperti kipas panjangnya dua meter , dan lebarnya 1,5 meter . Kalian dapat membayangkan, dengan tubuh yang sedemikian besar, kalian tak dapat memelihara gajah sebagai binatang piaraan.
Yang membuat gajah nampak berbeda adalah belalainya. Belalainya yang panjang, mirip dengan selang di kebun, memiliki 50 ribu otot. Apa yang kalian baca benar adanya; 50.000 otot! Lubang hidungnya berada di ujung belalainya. Gajah menggunakan belalainya untuk untuk meletakkan makanan dan air ke dalam mulutnya, untuk mengangkat benda-benda, dan, tentunya, untuk mencium bebauan. Belalai ini mampu membawa empat liter air. Mereka dapat menghisap air ini kedalam mulut dan meminumnya atau menyiramkannya ke tubuh mereka.
Yang mengejutkan, seekor gajah dapat mengambil sebutir kacang kapri mungil dengan belalainya - yang dapat mengangkat benda besar - memecahkan di dalam mulutnya lalu memakannya. Sungguh mengagumkan bahwa binatang sebesar itu dapat melakukan pekerjaan yang halus seperti itu. Belalai aneka fungsi ini dapat pula digunakan sebagai jari, terompet, atau kadang-kadang sebagai pengeras suara.
Selain itu, gajah menggunakan belalainya untuk menyiram air ke badannya untuk mandi atau menyemprotkan debu pada badannya untuk mandi debu. Akan tetapi, anak-anak gajah gagal menggunakan belalainya. Kadang mereka menginjak belalainya dan terjatuh. Kita barangkali melihatnya sebagai sesuatu yang lucu, akan tetapi sesungguhnya anak-anak gajah ini tidak menyukainya. Induk gajah menyertai anak-anaknya selama dua belas tahun. Selama enam bulan, induk gajah mengajari anak-anaknya, bagaimana menggunakan belalainya, dan dia tidak pernah bosan melakukannya.
Pada kedua sisi mulutnya, gajah memiliki dua gading yang runcing. Gading ini membantu mereka menjaga diri. Selain itu, seekor gajah menggunakan salah satu gadingnya untuk menggali tanah dan mencari air,
Gigi binatang ini - yang mengunyah tanaman-tanaman berserat - mudah aus. Oleh karena itu, Allah Tuhan kita telah memberi mereka suatu sifat yang sangat menarik: setiap gigi yang aus digantikan oleh gigi lain di barisan belakang.
Seekor gajah yang sedang tumbuh dapat memakan kira-kira 330 kilogram tanaman setiap hari. Jumlah ini sama dengan enam karung kecil jerami. Setiap hari, gajah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan.
Sekarang, kami akan sampaikan satu lagi informasi menarik tentang gajah. Pernahkah kalian berpikir bagaimana binatang besar berkulit tebal ini mendinginkan diri? Seperti yang mungkin kalian bayangkan, gajah tidak dapat berkeringat karena kulit tebalnya. Sebagai gantinya, ia mendinginkan diri dengan bantuan air dan lumpur yang mereka jumpai. Tentu saja, gajah memiliki cara lain untuk menyegarkan diri. Misalnya, mereka menggunakan telinganya sebagai kipas dan mendinginkan badannya dengan itu. Pembuluh darah yang tipis pada telinganya juga mendinginkan mereka dan menyegarkan seluruh tubuh.
Satu sifat gajah lainnya telah menyita perhatian para pemburu dan ahli binatang dari dulu. Hal yang mencengangkan mereka adalah gemuruh dari perut gajah. Ketika sedang bergemuruh, perut gajah mengeluarkan suara sangat keras. Akan tetapi yang menakjubkan bukanlah suara keras perutnya melainkan bagaimana gajah mengaturnya. Sesungguhnya suara keras tersebut tidak berkaitan sama sekali dengan pencernaan. Gajah-gajah membuat suara tersebut untuk mengetahui keberadaan kawannya. Yang lebih mencengangkan, ketika merasa terancam mereka tiba-tiba diam. Ketika ancaman tersebut berlalu, mereka mulai bersuara kembali. Berkat cara ini, gajah dapat berkomunikasi dengan sesamanya bahkan dari jarak empat kilometer.
Cerita perpindahan gajah selalu membuat ahli binatang kagum. Binatang ini dengan telinga lebar dan tubuh besarnya berpindah di musim kering dan selalu mengikuti jalan yang sama. Yang lebih menarik adalah mereka membersihkan sampah, seperti potongan kayu, yang mereka temukan dalam perjalanan.
Karena gajah merupakan binatang yang menyebar di wilayah yang luas, sangat penting bagi mereka untuk membangun “komunikasi” yang kuat. Gajah tidak menggantungkan komunikasi ini dari daya penciumannya yang tajam saja. Di samping itu, Allah telah menciptakan suatu organ di bawah keningnya yang menghasilkan suara parau. Berkat organ ini, gajah bercakap-cakap dengan sesamanya dalam bahasa kode rahasia yang tidak dimengerti oleh binatang lain. Suara parau gajah-gajah ini dapat mencapai jarak yang sangat jauh. Dengan demikian suara khusus yang dihasilkan gajah ini cocok untuk komunikasi jarak jauh.

Senin, 23 Mei 2011

Beruang yang Gemar Madu

Beruang, terkenal dengan bulu tebalnya dan kegemarannya makan madu, memiliki penglihatan dan pendengaran yang kurang peka. Lalu, kalian mungkin bertanya, bagaimana mereka mendapatkan madu? Baiklah, dengan hidung panjang yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Hidung mereka atau daya penciuman mereka yang tajam memastikan mereka menemukan madu terbaik di sekitarnya.
Kalian barangkali mengetahui bahwa beruang tampak kaku dalam penampilan. Tapi jangan sesekali berpikir mereka itu lamban. Sungguh, mereka dapat berlari 48 kilometer per jam. Perlu juga kami sebutkan bahwa mereka sangat kuat. Dengan tubuhnya yang berukuran 2-3 meter, beberapa jenis beruang memanjat hingga cabang atas pohon dan menghabiskan waktu di sana. Beruang, yang biasanya makan tanaman, bahkan mampu menmanjat sampai 30 meter untuk menemukan makanannya.
Sekali beruang menemukan sarang lebah, ia menghantamnya beberapa kali dengan cakarnya, yang menyebabkan lebah-lebah dalam sarang pergi. Kemudian ia memakan madunya dengan lahap. Tapi, kalian jangan pernah mencobanya! Karena, lebah-lebah akan menyengatmu dan kalian bisa sakit karenanya. Namun, bulu tebal yang dikaruniakan Tuhankepada beruang melindungi mereka dari sengatan lebah-lebah itu. Jadi, mereka dapat dengan mudah mendapatkan madu tanpa masalah.
Beruang yang tidur di musim gugur tidak pernah meninggalkan sarang di mana mereka tidur berselimut ranting-ranting dan rerumputan kering hingga musim semi. Sebelum masa tidur panjang tersebut, mereka banyak makan , terutama buah cemara dan buah chestnut, sehingga lapisan lemak pada bagian bawah kulitnya menjadi tebal. Mereka harus menyimpan lemak dalam tubuh mereka. Hal ini dikarenakan sebelum musim semi berat badan mereka akan turun banyak. Jika seorang manusia kehilangan berat badan sebanyak itu, mereka akan segera mati. Akan tetapi, beruang dapat bertahan meskipun mereka sangat banyak kehilangan berat tubuh.
Melahirkan merupakan alasan lain mengapa beruang menghabiskan waktunya di gua-gua. Beruang biasanya melahirkan tiga ekor bayi, dan menyusui mereka hingga musim semi. Selama waktu itu mereka tidak meninggalkan gua. Bayi-bayi beruang lahir dalam keadaan buta, tidak bergigi, dan tidak berbulu. Sekali bayi-bayi itu meninggalkan gua, induk beruang harus melindungi mereka. Jika tidak, mereka mungkin akan terbunuh oleh pemburu atau beruang jantan.
Tuhan kita, yang Maha Pengasih dan Penyayang, mencukupkan kebutuhan semua makhluk-Nya dan melindungi mereka. Demikian pula, Dia telah menyediakan bagi bayi-bayi beruang yang manis segala sesuatu yang mereka perlukan untuk dapat bertahan dan agar tidak tersakiti. Tuhan telah menjamin keamanan bagi mereka melalui induknya yang kuat yang tak pernah meninggalkan mereka.

Kucing Yang Ingin Disayang

Kucing adalah binatang yang mandiri, dan hidup tanpa tergantung orang lain. Mereka tidak pernah menyerah pada keinginan pemiliknya, sebagaimana dilakukan oleh anjing piaraan. Seperti yang mungkin kalian sering lihat, kucing mengeong bila merasa lapar, menggesekkan badannya ke kakimu bila ingin di belai, mendengkur dengan senangnya bila dielus dan maksud-maksud lain dengan aneka tingkah laku mereka.
Tahukah kalian bahwa kucing memiliki pandangan sempurna pada malam hari?
Ya, bahkan dalam tempat yang temaram binatang berbulu ini dapat melihat. Allah telah menciptakan mata mereka berbeda dari mata-mata lainnya. Dalam gelap pupil matanya membesar dan membulat untuk menerima cahaya sebanyak mungkin. Hal ini menjadikan penglihatannya tajam.
Disamping itu, mata kucing memiliki lapisan tambahan di belakang retinanya. Menembus retina tersebut, cahaya mencapai lapisan ini dan dipantulkan kembali ke retina. Cahaya melewati retina dua kali karena lapisan ini memantulkan cahaya kembali. Dengan demikian, tidak seperti manusia, kucing dapat melihat dengan sangat jelas di tempat temaram maupun gelap.
Pernahkah kalian berpikir mengapa mata kucing menyala di malam hari?
Hal ini berkaitan dengan lapisan tambahan pada matanya yang telah kita kemukakan. Seperti kalian ketahui, lapisan ini memantulkan cahaya layaknya sebuah cermin. Pantulan cahaya inilah yang membuat mata kucing terlihat menyala.
Tahukan kalian ciri-ciri kaki kucing?
Dalam keadaan bahaya, kaki-kaki kecil ini berubah menjadi cakar buas. Yang membuatnya berbahaya adalah kuku tajam yang tersembunyi di balik telapak kakinya.
Mengapa mereka selalu jatuh di atas keempat kakinya?
Kalian telah tahu bahwa kucing selalu jatuh di atas keempat kakinya, sekalipun mereka jatuh dari tempat tinggi. Alasan mengapa kucing jatuh di atas kakinya adalah bahwa mereka menggunakan ekornya untuk menjaga keseimbangan ketika mereka jatuh, dan dengannya menyetel pusat gravitasi tubuh mereka dan mendarat di atas kakinya.
Yang memberikan mereka sifat yang akan menjamin keamanan binatang yang suka memanjat pohon atau berkeliaran di tempat yang tinggi adalah Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Koala Si Tukang Tidur

Kita selalu ingat pada koala berbulu abu-abu yang melingkarkan tangan dan kakinya pada batang pohon ekaliptus. Pemandangan seperti itu nampak sangat manis. Pasti kalian ingin tahu mengapa kita menyebut koala sebagai “si tukang tidur”. Mari kita ingat kembali bahwa koala tidur 18 jam setiap hari!
Cakar depan dan belakang koala memungkinkan mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon ekaliptus. Allahlah yang menciptakan cakar mereka.
Koala dapat memanjat pohon dengan lengannya yang panjang dan cakar tajam yang dapat berpegang erat pada pohon. Dua jari bagian depannya terpisah dari tiga jari yang lain. Jika kita bandingkan dengan tangan manusia, seolah-olah mereka mempunyai dua ibu jari. Ibu jari ini, yang sangat berbeda dari jari-jari lainnya, membantu mereka menempel pada cabang kecil. Seperti pengait, koala menancapkan kuku-kukunya pada pohon, dan dengan begitu menempel pada permukaan batang pohon yang lembut dan halus. Inilah yang membuat koala hidup dengan mudah di atas pohon.
Meskipun koala terkenal sangat malas, mereka dapat bergerak sangat cepat di atas pohon. Bahkan mereka dapat meloncat dari satu cabang ke cabang lainnya yang berjarak satu meter dengan sekali lompatan. Koala betina melahirkan seekor anak setiap dua tahun, dan seperti halnya kangguru, mereka merawat anaknya dalam kantong. Selama bulan pertama, bayi koala tinggal di kantong induknya. Setelah masa ini, bayi koala kemudian menaiki punggung induknya selama setahun. Induk koala menjadikan satu pohon kesukaan di hutan ekaliptus untuk dijadikan rumah karena mereka makan daun ekaliptus - dan hanya itulah makanan mereka! Itulah sebabnya kalian hanya dapat menemukan koala di Australia, di mana pohon ekaliptus melimpah.
Meskipun terdapat lebih dari 600 jenis pohon ekaliptus di Australia, koala hanya makan daun tertentu dari 35 jenis di antara mereka. Koala tidak dapat hidup di sembarang tempat karena, selain menjadi persediaan daun-daunan, pohon ekaliptus merupakan tempat tinggal yang khusus bagi mereka.
Terdapat bermacam-macam jenis koala. Masing-masing memakan daun ekaliptus yang berbeda. Jika kalian berencana memindahkan seekor koala, kalian harus membawa serta daun ekaliptus yang dimakannya. Koala sangat jarang turun dari pohon karena mereka kesulitan untuk bergerak di atas tanah. Daun ekaliptus tersusun atas zat kimia yang berbeda. Zat-zat kimia ini mengandung racun dan berbahaya bagi binatang lain kecuali bagi koala. Sebelum menelannya, koala mengunyah daun-daun ini dengan giginya. Zat-zat berbahaya dalam daun itu disaring dalam jaringan hati koala untuk dikeluarkan dari tubuhnya. Dengan kehendak Allah, makanan ini, yang sangat beracun bagi binatang lain, tidak membahayakan koala. Bahkan, koala dapat makan satu kilogram daun-daun beracun tersebut setiap hari tanpa masalah. Bahkan mereka memperoleh air dari daun-daun ini. Pada musim tertentu, dua pertiga bagian daun ekaliptus terdiri atas air. Oleh karena itu, hanya dengan memakan daun ekaliptus, koala dapat bertahan hidup tanpa minum air. Sekitar pucuk pohon ekaliptus bisa sangat berangin. Untuk itulah, koala memiliki bulu sangat tebal.
Keserasian antara tumbuhan beracun dan seekor binatang memperlihatkan bahwa koala dan pohon ekaliptus telah diciptakan oleh Pencipta yang sama. Pencipta ini, yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, pastilah Allah, Tuhan semesta alam. 

Ikan Penghuni Lautan


Rumah tempat kita tinggal, sekolah yang kita datangi, jalan yang kita lewati, taman tempat kita bermain, udara yang kita hirup semuanya termasuk dalam dunia manusia. Namun, ada juga dunia lain yang kita tidak terbiasa dengannya. Kita tahu keberadaan dunia lain tersebut dan menyaksikannya di TV. Ada juga dunia hewan dan dunia tumbuhan di bumi ini. Binatang dan tumbuhan ini tak mempunyai gambaran tentang dunia kita. Kita tidak bisa hidup di dunia mereka, sebaliknya mereka juga tak akan dapat hidup di dunia kita. Kita bahkan tidak dapat menarik nafas sekalipun di dunia itu.

Dunia lain yang kita bicarakan tersebut adalah dunia bawah air tempat ikan-ikan hidup. Tapi ada yang perlu kita ingat. Ikan bukan satu-satunya makhluk hidup yang menghuni dunia bawah air tersebut. Dunia bawah air merupakan tempat reptil, serangga dan tanaman serta tempat tinggal dari jutaan jenis makhluk lainnya. Makhluk
 yang hidup di dunia air ini mempunyai cara tersendiri yang khas dalam hal makan, bernafas dan tidur.

Sistim pernafasan pada ikan berbeda dengan makhluk hidup yang lain. Sebagai ganti hidung ikan mempunyai insang. Dengan memakai insang ini, mereka dapat menghirup oksigen di dalam air. Air yang terus menerus dihisap melalui mulut dilewatkan pada lekuk-lekuk insangnya. Sementara itu, pembuluh kapiler pada insang menyerap oksigen yang terlarut dalam air dan melepaskan karbondioksida dari badannya ke air. Kebanyakan ikan mempunyai lubang hidup tapi tidak digunakan untuk bernafas. Hidung terbuka membuat kantung kecil, yang dengannya ikan mengenali bau air yang memenuhi kantung itu. Sebagai contoh ikan hiu, mereka menemukan mangsanya melalui baunya.
Ikan tidak mempunyai kelopak mata seperti manusia. Ia melihat sekitarnya melalui tirai tembus pandang yang menutupi matanya. Tirai ini bagaikan kacamata para penyelam. Karena ikan perlu melihat benda-benda yang sangat dekat dengannya, mata ikan telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Bentuk mata ikan yang bulat dan keras telah dibuat untuk melihat benda yang sangat dekat. Ketika mereka ingin melihat benda yang terletak pada jarak jauh, lensa matanya ditarik ke belakang melalui mekanisme khusus otot matanya.
Selain mempunyai lima indera dasar yakni pengelihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan perasa, ia juga dapat mengetahui keadaan di sekelilingnya melalui ‘gurat sisinya’. Syaraf sensitif yang berada di sepanjang gurat sisi tersebut dapat mengetahui ukuran dan arah benda yang dilewatinya. Melalui cara ini ikan gua yang buta dapat bergerak dengan mudah di kegelapan. Sistem ini bagaikan sistem pada radar atau sonar bawah air.
Lebih jauh lagi, banyak jenis ikan yang mempunyai kantung berisi udara yang panjang dan bulat seperti balon dalam rongga perut mereka. Ikan tersebut menggunakannya untuk menjaga keseimbangan dalam air.
Berbagai jenis ikan yang diciptakan oleh Allah membuat kagum manusia dengan warna dan gerakannya yang indah. Kalian akan jarang menemukan warna-warna terang seperti yang terlihat pada berabagai jenis ikan pada binatang lainnya.
Kalian mungkin telah biasa dengan beberapa penjelasan sebelumnya. Tapi di sini ada hal-hal lain mengenai ikan yang akan membuatmu kagum.
Ikan-ikan yang besar biasanya membutuhkan ikan-ikan kecil untuk membersihkan dirinya dari parasit dan sisa-sisa makanan. Kadangkala, ikan-ikan kecil tersebut masuk ke dalam mulut ikan yang lebih besar tanpa merasa takut. Mereka membersihkan gigi-gigi dan insangnya, sebuah pelayanan yang karenanya si ikan besar tidak akan memakan mereka.
Baiklah, bagaimana ikan-ikan kecil tersebut yakin bahwa ikan yang dibersihkannya tidak akan menelannya secara tiba-tiba? Bagaimana ikan yang besar tahu bahwa ikan-ikan pembersih tersebut tidak akan mencelakakannya? Bagaimana mereka saling mempercayai? Seolah-olah mereka telah mempunyai persetujuan. Anggaplah ada persetujuan seperti itu, bagaimana ikan yang kecil yakin si ikan besar tidak akan melanggar persetujuan tersebut dan memakannya, saat mereka melakukan tugasnya.
Pada kenyataannya ikan-ikan kecil tersebut selalu mudah untuk diserang oleh ikan yang besar. Tapi Allah telah mengilhami keduanya untuk saling membutuhkan, ikan besar tak akan mencelakai ikan kecil sebaliknya ikan kecil tak merasa takut terhadap yang lebih besar. Ikan yang besar menjadi bersih sementara ikan-ikan kecil memperoleh makan dari parasit-parasit ikan besar. Allah telah mengilhami mereka, sehingga keduanya hidup dalam keselarasan dan kerjasama.

Beo Burung Peniru

Burung beo mempunyai bulu berwarna-warni dan hidup di daerah tropis. Mereka hidup secara sosial. Sangat menarik melihat burung beo ini memperlihatkan kedermawanan dengan saling berbagi makanan dengan yang lain. Di hutan tropis, sekelompok burung beo terbang sambil berkicau di atas pucuk-pucuk pohon. Dari sahutan sekelompok lainnya mereka dapat menemukan tempat di mana pohon sedang berbuah.

Burung beo memegang makanan dengan kaki dan mengigitnya, seperti sedang memakan sepotong roti. Makanan favoritnya adalah biji bunga matahari, yang juga kita makan. Dengan bantuan lidah bengkoknya, mereka dengan mudah membelah menjadi dua kulit biji tersebut – yang agak sukar untuk dibuka – dan memakan bijinya.

Mereka bertelur dua sampai delapan butir per tahun. Selama masa pengeraman (saat dimana embrio masih dalam telur) burung beo jantan dan betina duduk di atas telur secara bergantian. Setelah menetas, anak burung beo tidak berbulu dan disuapi dengan makanan yang telah dicerna oleh induknya.

Ciri-ciri paling menonjol dari burung beo adalah kemampuannya dalam menirukan suara. Mereka dapat melantunkan kata-kata yang didengarnya secara berulang-ulang. Namun, mereka tidak memahami kata-kata tersebut; mereka hanya dapat mengulang suara yang didengarnya. Mereka bahkan dapat meniru suara bel pintu atau dering telepon. Oleh karena itu, jika kalian punya burung beo di rumah, kalian mungkin harus meyakinkan apakan bel pintu benar-benar berbunyi.

Jika binatang berbulu cerah dan cerewet ini tidak diciptakan, kita tidak akan pernah membayangkan bahwa binatang seperti itu ada. Kita tidak akan pernah dapat berharap akan ada burung berwarna-warni, yang dapat menirukan suara kita seperti itu. Kita tidak dapat memahami apapun jika Allah tidak mengajari kita. Allah adalah Yang Mengadakan segala sesuatu dan Ia menciptakan segala sesuatu dengan segala kelebihannya. Hal ini sesuai dengan ayat Al Qur`an berikut ini:



Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, ... (Surat al-Hasyr : 24)



Sebagaimana burung beo, Allah telah menciptakan berbagai hal yang indah untuk kita semua. Dia menunjukkan kebesaran dan tanda-tanda-Nya di mana-mana di setiap kejadian. Sebagai ganti atas itu semua, Allah hanya menyuruh kita mengenali keindahan ciptaan-Nya yang tidak terbatas dan bersyukur - berterimakasih – kepada-Nya serta selalu memenuhi hati kita dengan ingatan (dzikir) kepada-Nya.


Kuda Kawan Yang Setia



Tahukah kalian, bahwa setelah anjing, kawan kita yang setia adalah kuda? Kuda piaraan tidak pernah meninggalkan majikannya jika tidak terpaksa.
Kawan setia kita ini dapat membawa kita berkilo-kilo meter jauhnya tanpa kelelahan. Kuda adalah binatang yang banyak membantu manusia sepanjang sejarah.
Saat ini kalian dapat menyaksikan ribuan mobil di jalanan dan banyak jalan tol dibangun untuk mobil-mobil ini. Akan tetapi, mobil melayani manusia baru pada abad terakhir ini. Pada saat kakek atau nenekmu lahir, belum ada mobil. Pada saat itu, binatang, khususnya kuda, digunakan sebagai sarana transportasi.
Tahukah kalian bahwa kalian dapat menandai umur kuda dengan melihat giginya? Karena rumput yang dimakan oleh kuda mengandung pasir dan debu, gigi mereka lambat laun aus dan tingkat keausan ini menunjukkan umurnya. Tetapi, sebenarnya gigi kuda sangat panjang. Gigi-gigi ini mirip dengan tongkat yang tertanam pada tulang rahang. Dibandingkan dengan gigi kita, akar gigi kuda berada jauh di dalam. Ketika gigi mulai aus, bagian yang tertanam di dalam tulang rahang mulai muncul. Bahkan pada kuda yang sangat tua, akar giginya akan terlihat di permukaan gusi. Masing-masing gigi dapat aus sepanjang 2,5 sampai 5 cm sebelum ia tak dapat dipakai untuk mengunyah. Berpikirlah sejenak, jika Tuhan kita tidak memberikan sifat ini kepada kuda, binatang ini akan segera kehilangan giginya dan mati kelaparan.
Tuhan kita juga telah memberikan kemampuan penting lainnya pada bulu-bulu kuda. Bulu kuda menjadi semacam thermostat - alat yang digunakan untuk mengatur suhu tubuh bagi mereka. Tubuh mereka harus terjaga pada suhu 38 derajat Celcius . Untuk memelihara suhu ini, bulu kuda menjadi lebih panjang di musim dingin. Di musim panas, kuda merontokkan bulu-bulunya, dengan begitu suhu tubuh mereka tetap terjaga.
Ada satu lagi sifat menarik dari kuda: kuda tidur berdiri! Tahukah kalian bagaimana mereka berusaha agar tidak terjatuh? Karena tulang kaki mereka memiliki kemampuan untuk “mengunci” selama tidur. Berkat kemampuan yang telah Allah berikan pada kuda ini, mereka dapat tidur berdiri dan juga membawa beban berat. Sementara itu, kepala manusia terkulai jika ia tertidur di atas kursi.
Kaki kuda diciptakan tidak hanya untuk dapat membawa beban berat tetapi juga untuk berlari cepat. Tidak seperti binatang-binatang lainnya, kuda tidak memiliki tulang selangka, suatu ciri yang memungkinkan mereka melangkah lebih lebar. Selain itu, terdapat mekanisme pada tulang dan otot kaki mereka yang menurunkan jumlah tenaga yang dikeluarkan ketika mereka berlari semakin cepat dan meningkatkan kemampuan bergerak. Fungsi mekanisme ini mirip dengan gigi persneling pada mobil. Seperti mobil yang beralih pada persneling lebih tinggi ketika semakin kencang, kuda pun beralih pada “persneling” lebih tinggi jika ingin berlari lebih cepat. Sementara tenaga yang diperlukan untuk mendorong menurun, kemampuan geraknya meningkat.
Baiklah, mengapa tubuh kuda dirancang untuk mampu membawa beban berat dan dapat berlari cepat? Sebenarnya membawa beban berat atau berlari cepat bukanlah keterampilan yang diperlukan kuda untuk dirinya sendiri. Jadi, mengapa kuda memiliki sifat demikian?
Jawabannya telah jelas. Kemampuan ini diberikan kepada kuda bukan untuk kebutuhan mereka sendiri, melainkan untuk melayani manusia. Dengan kata lain, Allah telah menciptakan kuda dengan kemampuan-kemampuan tadi sehingga mereka dapat melayani manusia. Dalam Alqur’an Allah menegaskan bahwa Allah telah menciptakan binatang untuk melayani manusia:

Dan Dia menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada bulu yang menghangatkan, dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang, dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan dia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Surat an-Nahl: 5-8)

Anjing Binatang Yang Setia

Anjing lebih cerdas daripada kebanyakan binatang lainnya. Mereka mudah dilatih. Anjing yang terlatih dengan baik biasa dipakai sebagai anjing penjaga. Anjing penjaga dapat mengalahkan makhluk lain yang 5 sampai 6 kali lebih besar darinya. Tetapi menariknya anjing-anjing ini, yang menjadi sangat liar ketika berada dalam bahaya, sama sekali tidak membahayakan pemiliknya. Saat menghadapai ancaman, mereka mempertaruhkan nyawa demi keselamatan pemiliknya dan dalam keadaan bagaimanapun mereka tak akan menelantarkan pemiliknya.
Keberadaan ratusan jenis anjing dengan warna dan ukuran yang berbeda merupakan salah satu tanda penciptaan Allah yang tiada banding. Dalam Alqur’an, Tuhan sebagai satu-satunya pencipta dinyatakan sebagai berikut:

Dialah Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai isteri? Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (Surat al-An'am: 101-102)

Mari kita pikirkan hal berikut ini; anggaplah kalian belum pernah melihat anjing sebelumnya, dan seseorang memintamu menggambar seekor anjing. Dapatkah kalian menyelesaikannya? Tentu saja tidak. Tak seorang pun bisa melakukannya. Karena kita tak dapat melakukan apapun kecuali jika Allah memberi kita satu contoh di alam.
Pesawat terbang misalnya, dirancang dengan meniru sistem penerbangan pada burung. Robot adalah tiruan sistem tubuh manusia. Namun, Tuhan kita telah menciptakan makhluk yang tak terhitung jumlahnya tanpa contoh sebelumnya- penguin yang hidup di kutub selatan, singa – raja sabana, lumba-lumba, kupu-kupu, burung, lebah, dan sebagainya - pendek kata, Allah menciptakan segala sesuatu.
Allah, yang memberikan kepada semua makhluk berbagai keistimewaan, juga memberi anjing ciri fisik yang berbeda dari makhluk hidup lainnya. Misalnya, anjing memiliki 42 gigi, 10 buah lebih banyak dari yang dimiliki manusia. Dengan demikian, ia dapat mengerat dan memecahkan makanannya, khususnya tulang, menjadi serpihan-serpihan tanpa kesulitan. Lebih dari itu, karena matanya diciptakan secara khusus, dalam kegelapan anjing memiliki penglihatan yang lebih tajam daripada manusia. Mereka dapat merasakan gerakan suatu benda dari jarak jauh. Selanjutnya, karena anjing dapat mendengar suara pada frekuensi di luar batas pendengaran kita, mereka mendengar suara dari jarak empat kali jauhnya dari yang kita mampu. Misalnya, seseorang tidak dapat mendengar suara bernada sangat tinggi dari peluit yang digunakan untuk memberi perintah kepada anjing, sementara anjing dapat mendengarnya.
Penciuman anjing juga sangat tajam. Pusat olfactory, yaitu pusat “penciuman” dalam otaknya berkembang 40 kali lebih baik daripada pada manusia. Dengan demikian, kepekaan penciuman anjing jauh di atas manusia.
Dengan segala kemampuannya ini, anjing dapat mencium mangsa, mengikuti jejaknya, dan menjemput tangkapan pemburu meskipun berada berkilo-kilo meter jauhnya. Satu endusan terhadap barang milik seseorang telah cukup bagi anjing pelacak untuk menemukan pemiliknya. Anjing besar dengan pipi bergelambir, Saint Bernards, misalnya, dapat dengan mudah menemukan seseorang yang terluka di bawah salju dengan hidungnya yang peka dan menolongnya. Daya penciuman luar biasa yang dimiliki oleh anjing tersebut merupakan keajaiban tersendiri.
Anjing juga menggunakan hidungnya untuk bernafas. Memasuki hidungnya, udara disaring, dihangatkan dan dilembabkan dan setelahnya menuju ke paru-paru.
Tidak seperti manusia, makhluk ini tidak berkeringat untuk mengatur suhu tubuhnya karena tidak ada kelenjar keringat dalam tubuhnya. Pengaturan suhu tubuh dipegang oleh sistem pernafasan. Bulu-bulu yang menutup tubuhnya menjaga kulit dari panas luar. Ketika suhu luar meningkat, suhu tubuh anjing juga meningkat; anjing yang suhu tubuhnya meningkat mengurangi kelebihan panas ini dengan menjulurkan lidahnya. Dengan demikian, meskipun bulu mereka tebal, mereka tidak berkeringat ketika hari panas. Allah telah memberi mereka sistem yang sempurna, sementara kita, manusia, segera berkeringat ketika berlari selama setengah jam saja, anjing tak pernak berkeringat meskipun berlari selama berjam-jam. Kini setelah kalian memahami hal ini, kalian tak harus khawatir bila melihat mereka dengan lidah terjulur pada hari yang panas.
Juga, jika kalian berpikir mengenai anjing, kalian akan ingat bahwa tubuh mereka sangat halus dan mengkilap. Hal ini disebabkan oleh adanya kelenjar minyak.
Ada beberapa sistem dalam tubuh anjing. Karena sistem inilah, tapak kaki anjing tidak pernah terluka, tidak juga aus, dan kuku mereka tidak pernah terkena iritasi. Sebagaimana kalian lihat, Tuhan kita telah memberi jalan keluar bahkan bagi masalah yang kecil dari satu makhluk dengan memberi-Nya mekanisme perlindungan yang dirancang baginya. Tuhan kita menciptakan segala sesuatu dalam keselarasan. Sebagaimana diperlihatkan juga oleh contoh ini, Allah melengkapi semua makhluk-Nya dengan kemampuan yang mereka perlukan. Contoh-contoh ini menjadikan kita berpikir dan menyadari keindahan dalam ciptaan Tuhan.

Senjata Cerdas : Antibodi

Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk melawan sel-sel asing yang masuk ke tubuh manusia. Senjata ini diproduksi oleh sel-sel B, sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Antibodi mempunyai dua fungsi, pertama un-tuk mengikatkan diri kepada sel-sel musuh, yaitu antigen. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancur-kannya.
Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler, antibodi mengi-katkan diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Mereka menan-dai molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri. Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuh-kannya, layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepas-kan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran. Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna, seperti anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi.
Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. Antibodi bukan berjenis tunggal. Sesuai dengan struktur setiap musuh, maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk meng-hadapi si musuh. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit belum tentu mangkus bagi penyakit lainnya.
Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupa-kan proses yang luar biasa, dan pantas dicermati. Proses ini dapat ter-wujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Dan, di alam ini terdapat jutaan musuh (antigen).
Hal ini seperti membuat masing-masing kunci untuk jutaan lubang kunci. Perlu diingat, dalam hal ini si pembuat kunci harus mengerjakan-nya tanpa mengukur kunci atau menggunakan cetakan apa pun. Dia mengetahui polanya berdasarkan perasaan.
Adalah sulit bagi seseorang untuk mengingat pola kunci, walau cu-ma satu. Jadi, apakah mungkin seseorang mampu mengingat desain tiga dimensi dari masing-masing kunci yang sesuai untuk membuka jutaan lubang kunci? Tentu saja tidak. Akan tetapi, satu sel B yang sedemikian kecil untuk dapat dilihat oleh mata, menyimpan jutaan bit informasi dalam memorinya, dan dengan sadar menggunakannya dalam kombinasi yang tepat. Tersimpannya jutaan formula dalam suatu sel yang sangat kecil merupakan keajaiban yang diberikan kepada manusia. Yang tak kurang menakjubkan adalah bahwa kenyataannya sel-sel menggunakan informasi ini untuk melindungi kesehatan manusia.
Jelas, rahasia kesuksesan luar biasa sel-sel amat kecil ini di luar batas pemahaman manusia. Saat ini, kekuatan pikiran manusia dikombinasi-kan dengan batas teknologi modern untuk menghadapi kecerdasan yang diperlihatkan oleh sel-sel tersebut. Sesungguhnya, ilmuwan evolusionis tidak dapat menutup mata terhadap semua tanda-tanda kecerdasan ini, yang merupakan bukti nyata keberadaan Sang Pencipta. Dalam bukunya, “Pewarisan Sifat dan Evolusi”, Prof. Dr. Ali Demirsoy, seorang pembela fanatik evolusi di Turki mengakui:
Bagaimana dan dalam bentuk apa sel-sel plasma mendapatkan informasi ini, lalu memproduksi antibodi yang khusus dirancang berdasarkan informasi itu? Pertanyaan ini belum terjawab sampai saat ini.3
Sebagaimana pengakuan ilmuwan evolusionis di atas, cara antibodi dihasilkan merupakan hal yang belum dapat dipahami sepenuhnya. Teknologi abad ke-20 terbukti belum cukup bahkan untuk sekadar memahami metode produksi yang sempurna ini. Di masa akan datang, karena metode yang digunakan oleh sel-sel kecil ini yang diciptakan untuk melayani umat manusia dan cara mereka mewujudkannya be-lumlah tersingkap, semoga kesempurnaan dan seni dari sel-sel ini akan lebih dimengerti.


sumber : Harun Yahya